Seharusnya setiap orang Kristen  merindukan dan  berupaya untuk memiliki kehidupan yang berhasil, berarti, bernilai, dan berbobot. Dan cita-cita yang luhur tersebut hanya akan terwujud menjadi kenyataan,  bilamana hidupnya dapat  BERIMPACT atau BERDAMPAK. Dampak hidup seseorang selalu diawali dengan TEKAD & KERINDUAN untuk berubah dan diubahkan, diperlengkapi untuk memperlengkapi serta diberkati agar dapat menjadi berkat. Apabila seseorang tidak mau berubah dan diubahkan maka dia akan terus hidup dengan sesuai pola pikir yang lama, konsep nilai yang lama dan gaya hidup yang lama. Sekiranya itu merupakan kenyataan hidup seseorang maka dia tidak akan mempunyai  kekuatan dalam dirinya yang bisa membuat hidupnya menghasilkan sebuah DAMPAK. Lalu jikalau seseorang yang hidupnya telah berubah-diubahkan dan diperlengkapi tetapi tidak mau memperlengkapi hidup orang lain dengan apa yang telah Tuhan taruh dan karuniakan kepadanya,  maka DAMPAK hidupnya tidak mungkin bisa dirasakan oleh orang lain. Setelah berubah dan diubahkan, diperlengkapi lalu memperlengkapi orang, dengan demikian dia akan diberkati, tetapi seandainya dia tidak mengerti, tidak mau tahu dan tidak ingin menjadi berkat bagi sesama  baik secara langsung atau  secara tidak langsung dengan memberkati pelayanan atau pekerjaan Tuhan melalui gereja-Nya; maka DAMPAK hidup orang tersebut  tidak akan maksimal!

Seseorang yang hidupnya TIDAK MAU BERDAMPAK sulit sekali untuk mengalami kemajuan yang signifikan dalam berbagai aspek, seperti kemajuan di bidang pelayanan, pekerjaan, usaha, keluarga maupun dalam pergaulannya.

Oleh karena itu, penyingkapan kebenaran melalui pengajaran dan pembelajaran bagaimana bisa memiliki hidup yang BERDAMPAK telah dioptimalkan sepanjang tahun yang berselang. Kami dapat menyaksikan bagaimana jemaat GBI Antiokhia dalam wilayah Sumatera Utara yang dipercayakan kepada kami selaku Ketua DPD GBI Antiokhia Sumut, yang terdiri dari GBI Antiokhia Medan, Tebing Tinggi, Kisaran, Tj. Balai, Rantau Prapat dan Panipahan sungguh nyata termotivasi guna membangun sebuah kehidupan yang BERDAMPAK.

Puji dan syukur kepada Tuhan atas Peresmian Gedung gereja baru GBI Antiokhia Tanjung Balai oleh Ketua Sinode Pdt. Christian Rimbo pada bulan Oktober tahun yang silam. Dengan keberadaan GBIA Tanjung Balai di gedung baru yang lebih luas, lebih lengkap dan lebih memadai sarana dan prasarananya, telah membawa DAMPAK yang efektif bagi banyak jemaat yang setia tertanam  maupun bagi jiwa-jiwa  baru yang telah hadir dan beribadah dengan setia di GBIA Tanjung Balai.

Tidak ketinggalan GBIA Kisaran, GBIA Tebing Tinggi serta GBIA Rantau Prapat juga hadir dengan penampilan baru untuk ruangan ibadah masing-masing cabang setelah selesai “Proyek MRT (Memperindah Rumah Tuhan)”. DAMPAK dari visi tahunan Sinode GBIA sungguh nyata dan terasa oleh semua lapisan jemaat di semua gereja cabang GBI Antiokhia yang berada di Sumatera Utara.

Oleh karena kasih karunia Tuhan juga GBIA Tebing Tinggi telah membeli sebuah ruko baru yang letaknya persis bersebelahan dengan gedung gereja  yang lama sehingga ruangan ibadah GBIA Tebing Tinggi akan segera menjadi lebih memadai untuk dapat mengimbangi perkembangan dan pertumbuhan yang telah terjadi. GBIA Tebing Tinggi siap untuk dapat BERDAMPAK lebih-lebih lagi serta siap masuk ke dalam sebuah kegerakan KEBANGUNAN  “REVIVAL” sesuai dengan tema baru bagi Sinode GBI Antiokhia di tahun 2011 ini.

Menjadi harapan dan keinginan terbesar bagi Para Pejabat Resmi yang Teruji dan Terbukti Kesetiaannya terhadap Sinode GBI Antiokhia dan di dalam DPD Sumatera Utara adalah kiranya semua jemaat GBI Antiokhia  di seluruh Sumatera Utara dapat menjalani kehidupan yang semakin BERDAMPAK melalui kesaksian hidup yang mengalami perubahan nyata, perilaku-interaksi yang benar-kudus dengan sesama, dedikasi, loyalitas-ketertanaman, hati yang memberi dan  pelayanan yang setia di dalam dan melalui kehidupan bergereja menjelang kedatangan-Nya yang sudah sangat mendekat. Imanuel.

Ketua DPD Sumatera Utara

Pdt. Niko Laisang, SE., M.Min.